Keluarga sudah banyak mengalami perubahan, dari tradisional feodal menjadi urban modern. Artinya dengan terjadinya perubahan ini akan mempengaruhi seperti, jika tradisional feodal yakni publik, domestik, reproduksi, produksi. Misalnya domestik dan reproduksi itu bagian perempuan lalu publik dan produksi itu laki-laki, walaupun itu untuk menengah ke atas. Karena kelas menengah kebawah, berdagang ataupun menggarap sawah kadang […]
Penulis: Alimatul Qibtiyah
Perempuan Jadi Pimpinan KPK, Kenapa Tidak?
“Ada beberapa faktor yang membuat perempuan malas mengikuti rekrutmen calon pimpinan KPK, salah satunya proses politik di DPR.” Sejak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berdiri, belum pernah ada perempuan yang duduk di kursi pimpinan KPK. Formasi pimpinan KPK selalu didominasi kaum Adam. Padahal, jika melihat seleksi calon pimpinan KPK, ada beberapa perempuan dari berbagai latar belakang, […]
Mu’asyaroh Jarak Jauh
Keluarga adalah salah satu pilar penting dalam hidup manusia. Situasi dan kondisi serta relasi kuasa dalam keluarga sangat mempengaruhi tumbuh kembang anggota keluarga. Seseorang yang hidup di tengah-tengah keluarga yang damai, saling menghargai perbedaan serta mempunyai komitmen untuk berbagi peran dan tugas maka biasanya cenderung mempunyai kehidupan yang bahagia. Perbedaan latar belakang suami dan istri […]
Hakikat Pemimpin Muqsit
Menjelang pemilu banyak calon pemimpin Indonesia yang tampil. Baik melalui media cetak, elektronik, maupun di dunia maya dan di acara-acara lain seperti silaturahmi, dan seminar di kampus, maupun di masyarakat. Sebagai warga Indonesia yang baik, warga Aisyiyah dan Muhammadiyah akan menggunakan hak pilihnya di Pemilu 2014 sebagai wujud dari tanggungjawab untuk menentukan masa depan Indonesia.
Feminist’s Respond on Pornography (5-End)
The weaknesses of pro-sex arguments In my opinion there are some weak arguments to the pro-sex feminist position. They claim that pornography is a representation and open to interpretation. It means thatno text or image has any objective, fixed meaning, but rather has a different meaning for each member of its audience. Different readers get […]
Feminist’s Respond on Pornography (4)
The strengths of pro-sex arguments Most pro-sex feminisms’ arguments are based on the criticism of the anti-pornography point of view that pornography is an important direct cause of violence against women and that it supports misogynist ideology indirectly (Patton 379). Anti-pornography feminisms see patriarchy, violence and discrimination against women as hatred. In their eyes, men […]
Feminist’s Respond on Pornography (3)
The weaknesses of anti-pornography arguments Anti-pornography feminisms argue that pornography causes violence against women. In my opinion this argument seems weak in some extent because in some cultures although they do not use pornography, violence against women also exists. In other words, banning pornography will not automatically stop the violence. Another reason is that some […]
Feminist’s Respond on Pornography (2)
The strengths of anti-pornography arguments The strengths of anti-pornography feminists’ arguments are that pornography is a system for degrading women, objectifying women, perpetuating women subordination, and often ignores women’s rights. In the late 1970s, in the US, the anti-pornography movements started to campaign against misogynist, violent sexuality that victimizes and oppresses women such as rape, […]
Feminist’s Respond on Pornography (1)
Perdebatan RUU APP menuntut para feminis untuk menentukan sikapnya dalam melihat pornografi dan perempuan. Tidak semua feminis mempunyai satu kata tentang Undang-undang pornografi. Anti pornografi feminis berpendapat bahwa pornografi pada dasarnya merendahkan, menimbulkan kekerasan dan menjadikan perempuan sebagai objek sexual. Sementara mereka yang pro-sex berargumen bahwa pornografi adalah salah satu cara untuk melihat sexualitas perempuan […]
Kartini dan Label Feminis
Istilah yang banyak dilekatkan pada nama RA Kartini adalah kata feminis dan emansipasi perempuan. Terkait dengan istilah feminis, masih banyak terjadi kesalahpahaman masyarakat kita dalam memahami kata feminis. Bahkan ada yang antipati dengan kata-kata tersebut dikarenakan adanya anggapan negatif pada kata feminis yang berkembang di masyarakat, misalnya gerakan pemberontakan terhadap kaum laki-laki, upaya melawan pranata […]



