Kasus kekerasan seksual hadir seperti gunung es. Tidak banyak yang melapor karena secara hukum hanya sekitar 22% yang diangkat ke pengadilan. Belum lagi diketahui selama pandemi kekerasan berbasis siber meningkat 300%. Padahal kita tahu bahwa kekerasan seksual memberi dampak sangat serius. Namun pembuktiannya sangat susah dengan mengandalkan kebijakan atau aturan yang saat ini. “Dari kajian […]
Tag: Alimatul Qibtiyah
Tulisan-tulisan terbaru dari Alimatul Qibtiyah, Ph.D.
Islam Menolak Segala Jenis Kekerasan Termasuk Kekerasan Seksual
Islam mengajarkan pada pemeluknya bahwa perempuan dan laki-laki setara. Tidak hanya setara secara penciptaan, perempuan dan laki-laki juga setara dalam berbagi peran bahkan dengan dengan statusnya di depan Allah. Islam menolak semua jenis kekerasan terutama yang berhubungan dengan kekerasan seksual karena setiap tindakan kekerasan itu melanggar hak warga negara dan Islam adalah agama yang sangat […]
Alimatul Qibtiyah Jelaskan Konsep Keluarga Sakinah di Pengajian Tarjih
Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Alimatul Qibtiyah dalam acara Pengajian Tarjih bertajuk ‘Keluarga Sakinah: Monogami atau Poligami?’ pada Rabu (05/07) kemarin menjelaskan konsepsi keluarga sakinah. Menurut Alimatul Qibtiyah, keluarga sakinah adalah konsep tentang bangunan keluarga yang mampu menumbuhkan rasa kasih sayang pada anggota keluarga, untuk mewujudkan rasa aman, tentram, damai dan bahagia, sejahtera […]
Alimatul Qibtiyah: Laki-Laki dan Perempuan Memiliki Kedudukan dan Kesempatan yang Sama
Prof. Dr. Alimatul Qibtiyah selaku wakil dari Muhammadiyah membicarakan tentang persoalan yang dihadapi oleh perempuan di Indonesia dan strategi yang diperlukan untuk menjawab persoalan tersebut. Persoalan yang sering dihadapi oleh perempuan Indonesia adalah kesetaraan gender. “Persoalan ketidaksetaraan ini dapat dilihat dari jumlah profesor di perguruan tinggi di Indonesia yang tidak seimbang. Jumlah profesor laki-laki lebih […]
Prof Alimatul Qibtiyah: Tidak Boleh Ada Diskriminasi Terhadap Perempuan
Perempuan dan laki-laki mempunyai hak dan peran yang sama untuk berkarya. Tidak boleh ada diskriminasi terhadap perempuan. “Tidak boleh ada diskriminasi terhadap perempuan. Dan yang paling penting, jangan sampai perempuan mempunyai beban berlebih, karena semua peran dibebankan kepadanya,” tandas Komisioner Komisi Nasional Perempuan (Komnas Perempuan), yang juga Guru Besar Bidang Kajian Gender dari UIN Sunan […]
Alimatul Qibtiyah, Perempuan Desa yang Kini Mendunia
Oleh: Siti Robikah Saya pernah menuliskan pemikiran feminis Muslim Prof. Alimatul Qibtiyah (selanjutnya akan saya tulis dengan Prof. Alim saja) di rahma.id. Tulisan saya hanya menjelaskan tentang sedikit biografi dan banyak pada pemikirannya. Dalam tulisan ini saya akan bercerita bagaimana saya begitu mengaguminya. Menjadikannya sebagai motivator dalam hidup saya. Mungkin ada beberapa dari pembaca yang […]
Cerita Alimatul Qibtiyah, Gagal Jadi Baby Sitter Kini Jadi Guru Besar UIN
Oleh: Galih Priatmojo & Mutiara Rizka Maulina Hujan yang mengguyur sebagian besar kawasan Jogja semalam membuat udara pagi ini terasa sejuk. Kumpulan awan masih berderet di langit, membuat cahaya matahari tak sepenuhnya menyinari jalanan. Mengenakan daster warna coklatnya, Alimatul Qibtiyah tengah membersihkan sisa tanah yang terbawa hujan di teras rumahnya. Tak berapa lama, perempuan yang […]
Alimatul Qibtiyah dan Suara Dakwah Keadilan Gender
Keadilan gender dalam rumah tangga bukanlah upaya mendegradasi peran salah satu pasangan.
Lima Langkah Mewujudkan Cita-cita Kartini
Setiap 21 April masyarakat Indonesia memperingati hari lahirnya Raden Ajeng Kartini (1879-1904). Peringatan ini selalu mengundang kontrovesi bagi kelompok pro dan kontra, kelompok pro menganggap bahwa apresiasi kepada Kartini layak, karena dia memang banyak menulis dan fenomenal di jamannya. Sedangkan bagi kelompok kontra, menganggap bahwa banyak tokoh-tokoh perempuan yang kiprahnya melebihi Kartini, Kartini sengaja dimuncukan […]
Alimatul Qibtiyah: Masih Banyak Ketidaksetaraan Gender di Indonesia
Akademisi Muhammadiyah Alimatul Qibtiyah menyebut bahwa masih terdapat banyak ketidaksetaraan gender di Indonesia. Contoh paling gampang yang ia berikan adalah jumlah guru besar. Menurutnya, guru besar laki-laki lebih banyak empat kali lipat dibandingkan dengan guru besar perempuan. Ia juga menyebut bahwa perempuan yang menjadi pemimpin di perguruan tinggi hanya sekitar 15-20%. Hal tersebut ia sampaikan […]









